Rabu, 09 Januari 2013

WAWANCARA




PENGERTIAN
Wawancara  :  tanya jawab dengan maksud memperoleh data untuk keperluan tertentu. Tanya jawab itu dilakukan oleh dua pihak, yaitu pewawancara, yakni orang mengajukan pertanyaan-pertanyaan, dan yang diwawancara atau narasumber, yakni orang yang memberikan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan. 
Wawancara dapat dikelompokkan berdasarkan perangkat dan teknik pelaksanaannya. 
1.    Wawancara secara serta-merta/langsung, dilakukan secara spontan dan dilakukan dalam situasi yang alamiah. Hubungan antara pewawancara dengan yang diwawancarai berlangsung secara wajar. Pertanyaan dan jawaban berjalan sebagaimana layaknya obrolan sehari-hari. 
     2. Wawancara dengan petunjuk umum, pewawancara membuat kerangka atau pokok-pokok masalah yang akan ditanyakan dalam proses wawancara. Penyusunan pokok-pokok itu dilakukan sebelum wawancara dilangsungkan. 
   3. Wawancara dengan menggunakan seperangkat pertanyaan yang telah dibakukan. Urutan, kata-kata, serta cara penyajian pertanyaan untuk jenis wawancara ini sudah ditetapkan. Pewawancara kemudian membacakan secara apa adanya atas pertanyaan-pertanyaan yang telah dipersiapkan.
Tujuan wawancara,  adalah menggali informasi tertentu dari narasumber. Agar tujuan itu tercapai, kegiatan wawancara harus dilakukan berdasarkan tahap-tahap wawancara
1.    Tahap Persiapan
Pelaksanaan wawancara harus diawali dengan perisapan-persiapan di bawah ini:
a.    Tentukan tujuan wawancara yang akan dilaksanakan,
b.    Tentukan informasi, keterangan, dan data yang diperlukan sesuai dengan tujuan wawancara,
c.     Pilihlah instansi atau orang-orang yang akan dijadikan sebagai narasumber yang dapat memberikan informasi, keterangan, atau data yang diperlukan,
d.    Hubungilah narasumber sebelum wawancara dilaksanakan. Rundingkanlah dengan mereka hal-hal yang berkaitan dengan teknik pelaksanaan wawancara misalnya mengenai waktu, tempat, dan sebagainya,
e.    Susunlah pokok-pokok pertanyaan yang akan digunakan dalam pelaksanaan wawancara.
2.    Tahap Pelaksanaan
a.    Tahap Pembkaan
Dalam tahap ini, pewawancara memperkenalkan diri sekaligus mengemukakan maksud dan tujuan wawancara. Pewawancara hendaknya mengikuti tata aturandan kesopanan, baik dalam penampilan maupun penggunaan bahasa. Penampilan hendaknya rapi, bersih, dan enak dipandang. Adapun dalam penggunaan bahasa, hendaklah ia menggunakan tutur kata yang sopan dan tidak menyinggung perasaan orang yang diwawancarai.
Supaya proses tanya jawab berlangsung dengan baik, akan lebih baikapabila pewawancara mengenal lebih jauh mengenai identitas atau keterangan-keterangan yang berkenaan dengan pribadi narasumber. Penanya harus mengenal pribadi yang ditanya secara tepat, mulai dari nama, keahlian, sampai pada pekerjaan atau jabatannya.
b.    Tahap Inti
Ajukanlah pertanyaan secara sistematis. Kemudkakan pertanyaan itu secara jelas dan singkat. Jumlah pertanyaan hendaknya disesuaikan dengan situasi dan waktu. Pertanyaan-pertanyaan disampaikan dengan ramah sehingga dapat menciptakan suasana akrab dengan orang yang diwawancarai.
Selama proses wawancara berlangsung, pewawancara hendaknya bersikap sebagai pihak yang netral. Artinya, ia tidak memihak pada suatu konflik pendapat, peristiwa, ataupun konflik-konflik lainnya yang mungkin dikemukakan narasumber. Pewawancara hendaknya tidak pula mempengaruhi sikap, pendirian, ataupun emosi-emosi narasumber. Selain itu, pewawancara harus pula mempunyai kesiapan dan tektik-teknik khusus dalam mengatasi kesulitan-kesulitan yang mungkin terjadi. Misalnya, jawaban yang dikemukakan narasumber, dan sebagainya.
Pewawancara hendaknya memiliki kemampuan mendengar yang akurat. Catatlah data penting yang dikemukakan oleh orang yang diwawancarai. Apabila perekaman data menggunakan tape recorder hendaknya berdasarkan persetujuan narasumber terlebih dahulu. Namun demikian, walaupun sudah menggunakan tape recorder, sebaiknya pewawancara tetap melakukan pencatatan, yang cukup berupa kata-kata kunci dari pendapat yang dikemukakan narasumber. Catatan atau kata-kata kunci itu gunanya untuk membantu pewawancara agar (1) dapat merencanakan pertanyaan baru berikutnya, (2) membantu pewawancara untuk mencari pokok-pokok penting dalam pita kaset sehingga mempermudah proses penganalisisannya.
c.     Tahap Penutup
Akhiri kegiatan wawancara dengan kesan yang baik dan menyenangkan. Pewawancara hendaknya menyatakan ucapan terima kasih. Tambahkan pula pengharapannya agar kedua pihak dapat bertemu lagi pada kesempatan lain. Tetaplah pelihara hubungan baik dengannya.
Sebelum hasil wawancara itu diolah atau dipublikasikan, sebaiknya narasumber mengetahui rekaman atau catatan dari pendapat-pendapat yang telah dikemukakannya itu. Cara ini dapat menghindari kesalahpahaman di samping memberikan kesempatan kepada narasumber untuk mengoreksi kekeliruan yang mungkin terjadi dari yang telah dikatakannya.
Menulis Laporan Wawancara
Wawancara merupakan salah satu tekni pengumpulan informasi. Karena itu, setelah proses wawancara berlangsung, pewawancara harus menuangkan hasilnya ke dalam sebuah laporan. Penuangan hasilnya itu perlu dilakukan dengan segera karena pikiran masih segar dalam mengingat jalannya wawancara.
Menulis laporan merupakan kegiatan terakhir dari proses wawancara. Laporan wawancara dapat disusun dalam bentuk artikel jurnalistik seperti yang kita lihat di koran-koran; dapat pula disusun dalam bentuk formal, yang meliputi tiga bagian-bagian berikut;
1.    Pendahuluan, yang meliputi:
a.    Latar belakang pelaksanaan wawancara,
b.    Tujuan wawancara,
c.     Nama instansi atau narasumber yang diwawancarai,
d.    Waktu dan tempat dilaksanakan wawancara.
2.    Isi, yang meliputi;
a.    Informasi tentang berbagai hal sesuai dengan pokok-pokok masalah yang telah direncanakan,
b.    Uraian tentang analisis atau hasil wawancara.
3.    Penutup; yang meliputi;
a.    Kesimpulan
b.    Saran-saran
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penulisan laporan hasil wawancara:
1.    Penulisan hendaknya memperhatikan ejaan dan tata bahasa baku,
2.    Penulisan hendaknya timelakukan penafsiran yang terlalu jauh (berlebihan) batas hasil wawancara,
3.    Pilihlah informasi yang penting dan relevan dengan masalah-masalah yang telah dirumuskan,
4.    Penulis hendaknya memelihara kerahasiaan dan menjaga nama baik narasumber.
SOAL-SOAL DAN PEMBAHASAN
1.    Kalimat wawancara yang menggunakan kata sapaan adalah....
A.   Menurut Anda, siapa yang selama ini dianggap sebagai biang keladi munculnya kerusuhan?
B.    Anda saya minta datang ke kantor polisi hari Senin.
C.    Bapak Anda datang ke tempat kejadian pukul berapa?
D.   Bagaimana Anda bisa jadi anak baik, lingkungan sudah tidak mendukung.
E.    Saya minta Bapak mengungkapkan secara jujur, untuk kelancaran pemeriksaan.
Pembahasan
Kata sapaan adalah kata yang digunakan untuk bertanya, menyapa, atau menegur seseorang sebagai pengganti nama orang itu. Contoh kata sapaan; tuan, nyonya, saudara. Kata sapaan ada juga yang berupa kata kekerabatan, misalnya; bapak, ibu, kakak, paman, kakek. Ada pula yang diambil dari nama gelar atau pangkat, misalnya; dokter, profesor, jenderal.
Kalimat yang menggunakan kata sapaan adalah Saya minta Bapak mengungkapkan secara jujur, untuk kelancaran pemeriksaan.
Jawaban: E
2.    A. A. Navis, nama lengkapnya Ali Akbar Navis. Lahir di Padang Panjang Sumatra Barat, tanggal 17 November 1924. Ia tamat perguruan INS di Kayutanam tahun 1943.
Pada masa Jepang Navis bekerja pada pabrik porselen di Padang Panjang, kemudian jadi guru, tahun 1952 jadi kepala Urusan Kesenian perwakilan Jawatan Kebudayaan Sumatra Tengah.
Pada tahun 1950 ia mulai mengikuti perkembangan kesusastraan secara aktif, mengarang cerita pendek dan sandiwara radio. Cerita-ceritanya dalam mimbar Indonesia, Siasat, Kisah, Sastra, dan lain-lain. Ia sebagai pemenang hadiah majalah Kisah pada tahun 1955.
Karya-karyanya ialah; Robohnya Surau Kami (1965), Bianglala (1963), Hujan Panas (1963), Kemarau (1967), semuanya diterbitkan oleh N. V.Nusantara.

Kalimat tanya yang sesuai dengan isi bacaan biografi di atas adalah....
A.   Kapan A.A. Navis mulai mengikuti perkembangan kesusastraan Indonesia?
B.    Bagaimana pandangan A.A. Navis terhadap perkembangan kesusastraan Indonesia?
C.    Mengapa A.A. Navis mendapatkan hadiah majalah Kisah pada tahun 1955?
D.   Mengapa A.A. Navis tidak pernah menciptakan karya sastra berbentuk puisi?
E.    Bagaimana cara A.A. navis dalam menciptakan karya sastra berbentuk cerpen?
Pembahasan;
Kalimat tanya bisa berkenaan dengan fakta ataupun pendapat. Hal tersebut dapat diketahui dari kata tanya yang digunakannya.
a.    Pertanyaan yang berhubungan dengan fakta, pada umumnya menggunakan kata tanya apa (jenis barang, kegiatan), siapa (nama orang), di mana (tempat), kapan (waktu), berapa (jumlah), bagaimana (keadaan).
b.    Pertanyaan yang berhubungan dengan pendapat, pada umumnya menggunakan kata tanya mengapa atau bagaimana.
Penggalan biografi tersebut, antara lain, menceritakan waktu mulai A.A. Navis dalam mengikuti perkembangan kesusastraan. Pertanyaan yang sesuai adalah dengan menggunakan kata tanya kapan (waktu), yakni Kapan A.A. navis mulai mengikuti perkembangan kesusastraan secara aktif?
Jawaban: A
3.    Pw      :  Begini ya, Bu. Kami sedang mengadakan peneliktian di desa ini. Kedatangan kami di sini ingin mendapatkan keterangan dari Ibu. Ibu tidak keberatan, bukan?
Bs        :  Oh, tidak! Tapi, apa yang dapat saya bantu?
Pw      :  Kalau begitu, Ibu jawab saja pertanyaan-pertanyaan saya.
Bs        :  Oh, ya. Baik, Jeng!
Pw      :  Berapa lama Pak Sareno sakit, lalu .... sampai tidak ada, Bu?
Bs        :  Kira-kira, ya dua bulanan lah dua setengah bulan.
Pw      :  Sudah diusahakan berobat ke mana saja, Bu?
Bs        :  Y, ke dukun; ada empat dukun, tapi, semua tidak ada yang cocok. Mungkin tuhan menghendaki begini.
Ide pokok wawancara tersebut adalah....
A.   Sebab-sebab Pak Sareno meninggal dunia.
B.    Sebab-sebab Pak Sareno sakit.
C.    Usaha yang dilakukan agar Pak Sareno sembuh.
D.   Usaha para dukun untuk menyembuhkan Pak Sareno.
E.    Meninggalnya Pak Sareno sudah kehendak Tuhan.
Pembahasan;
Wawancara di atas berlangsung antara seorang peneliti dengan seorang ibu-ibu. Setelah melakukan perkenalan dan memohon izin, pewawancara kemudian masuk kepada pokok-pokok persoalan. Antara lain, ia menanyakan lamanya Pak Sareno sakit dan usaha-usaha yang telah dilakukan narasumber untuk menyembuhkan laki-laki itu.
Pertanyaan –pertanyaan yang diajukan pewawancara ditujukan untuk mengetahui usaha-usaha yang telah dilakukan narasumber berkenaan dengan sakitnya Pak Sareno.
Jawaban: D
4.    Pewawancara   :  “Menurut Bapak tantangan apa yang dihadapi Indonesia dalam rangka pengebangan Sumber Daya Manusia?”
Narasumber      :  “Adanya kenaikan angkatan kerja yang disebabkan oleh peledakan jumlah penduduk yang sangat pesat.”
Pewawancara   :  “Sumber Daya manusia ini. Pak, apakah ada kaitannya dengan masyarakat bisnis di Indonesia?”
Narasumber      :  “O, ada, ada. Tetapi memerlukan investasi yang besar dan harus dibiayai oleh masyarakat bisnis itu sendiri.”
Pewawancara   :  “Apakah ada ketentuan yang mengatur keterlibatan masyarakat bisnis dalam pengembangan Sumber  Manusia, Pak?” Kalau tidak keberatan tolong jelaskan, Pak!”
Narasumber      :  “Ketentuan pertama, pengembangan Sumber Daya Manusia harus dimasukkan sebagai program kerja secara bersama-sama. Kedua, harus diperlakukan sebagai bagian bisnis yang mendatangkan keutnungan.”
Ide pokok penggalan wawancara di atas adalah....
A.   Tantangan yang dihadapi di era globalisasi.
B.    Kaitan masyarakat bisnis dengan Sumber Daya Manusia.
C.    Kenaikan angkatan kerja sebagai akibat peledakan jumlah penduduk.
D.   SDM memerlukan investasi yang besar dari masyarakat.
E.    Ketentuan yang mengatur keterbatasan masyarakat bisnis dalam pengembangan SDM.
Pembahasan;
Suatu ide pokok wawancara dapat kita ketahui dari pertanyaan-pertanyaan yang diajukan pewawancara. Dalam penggalan wawancara di atas pewawancara banyak menanyakan persoalan Sumber Daya Manusia dalam kaitan dengan persoalan bisnis.
Ide pokok penggalan wawancara itu berkenaan dengan Sumber Daya Manusia dalam kaitannya dengan masyarakat bisnis.
Jawaban; B
5.    Kalimat wawancara yang menggunakan kata sapaan adalah....
A.   Apakah ada koran dari daerah kita dalam musibah itu?
B.    Mengapa ibunya tidak datang dalam acara pernikahannya?
C.    Peaman Anda apakah sudah menyetujui rencana tersebut?
D.   Bagaimana mereka bisa mengetahui rencana rahasi Anda itu?
E.    Bisakah Bapak mengungkapkan latar belakang peristiwa itu secara lebih detil?
Pembahasan
Kata sapaan adalah kata yang digunakan untuk bertanya, menyapa, atau menegur seseorang sebagai pengganti nama orang itu. Contoh kata sapaan; tuan, nyonya, saudara. Kata sapaan ada juga yang berupa kata kekerabatan, misalnya; bapak, ibu, kakak, paman, kakek. Ada pula yang diambil dari nama gelar atau pangkat, misalnya; dokter, profesor, jenderal.
Kalimat yang menggunakan kata sapaan adalah Bisakah Bapak mengungkapkan latar belakang peristiwa itu secara lebih detil?
Jawaban; E

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar